Tampilkan postingan dengan label masak bareng krucil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masak bareng krucil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Desember 2010

Pepes filet ikan krucil


Emma dan Cici tidak suka pedas. Oleh karena itu aku membuatkan pepes ikan tidak pedas untuk mereka. Kuncinya cari tomat yang matang dan segar. Organik akan terasa lebih sedap. Selamat mencoba


Bahan:
500 gr filet ikan
5 buah tomat segar
5 buah cabai merah, buang bijinya
7 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1/2 sdt asam jawa
Garam gula
Daun pisang untuk membungkus



Cara membuat:
  • Potong filet sesuai selera (8 potong)
  • Haluskan bumbu
  • Tata diatas daun pisang ikan dan bumbu, bungkus
  • Kukus sampai matang

Rabu, 03 November 2010

Ngajak Krucil ke pasar

pasar tradisional, yang semakin tergusur sama hipermarket dan supermarket
mommy, ayo pulang,, baunya ndak enak
Aku masih suka suasana pasar yang kayak gini :) bisa nawar hehehe
Krucil dan pasar. Buat Emma dan Cici, berbelanja ya ke hyper market. Yang terdekat dari rumah kami ya carr***r. Jaman emang sudah berubah. Entah nanti mereka dewasa bagaimana bentuk pasarnya? Apa shopping online ya? Hihihihi.
Ya memang dengan adanya Car****ur, G***t, H****mart, dan lainnya kita semakin dimanjakan. Dari kebutuhan mandi sampai masak dapat kita beli di satu tempat dan tertata rapi, bersih, dan ber-AC.
Bagaimanapun juga aku ingin mengenalkan pasar tradisional sama anak-anakku. Biarpun di era modern gini, Emma dan Cici musti pernah ngerasain jalan2 ke pasar becek :). Dan pengalaman yang tak terlupakan bagi krucilku adalah bau pasar yang "khas" membuat mereka spontan protes.
"Mommy, bau.."
"Baunya ga enak, mommy"
Ya emang baunya jauh berbeda dengan supermarket, Nak. Tapi disini semua bahan makanan lebih segar.
Mungkin masih terlalu dini mengajak si 6 dan 4 tahun ngubek-ngubek pasar ya? Ya deh... kapan-kapan lagi kalo dah gedean ya krucils :)

Kamis, 26 Agustus 2010

Krucils' first cake

serunya bisa ngocok adonan kue
setelah matang.. hmmm wangi kata cici
Kalau Cici senang dengan masak memasak, Emma tertarik pada membuat kue. Mungkin karena si sulung ini sedang getol memainkan game online di komputer tentang membuat kue. Akhirnya belakangan Emma suka merengek minta bikin cake. Apalagi kalo sedang ikut ke supermarket. " Emma tahu mom, bahannya eggs, flour, and milk!", celotehnya di lorong supermarket. Hihihihi kau pikir segampang itu, Nak * senyumku dalam hati.
Akhirnya untuk meminimalisir kegagalan membuat kue (karena dalam hal ini pasti emma dan cici akan berkeras untuk turun tangan), akhirnya aku memilih sekotak adonan tepung bolu siap pakai. Hanya tinggal tambahkan telur dan mentega.
Dan kehebohan dimulai ! Hehehe..., berhubung apartemen mungilku tidak kupersiapkan untuk membuat kue, kue harus dilakukan secara manual.... Tanpa mixer!!!! Olahraga deh mommy ngocok telur pake baloon wisk biasa. Setelah telur mengembang... Kedua krucils rebutan mengocok tepung bergantian. Ga lupa mentega yang sudah di cairkan.
Setelah tercampur rata, adonan di tuang di loyang, dan di kukus.
Aaaah wanginya :) Tapi yang paling senang adalah melihat mereka, krucilku belajar memasak dengan riang gembira. OK girls... Selamat menikmati bolu pertama hasil kerja kalian :).
*** sepertinya sudah waktunya menyediakan mixer kue di rumah :D
.

Jumat, 21 Mei 2010

Nugget ayam

Krucilku Emma dan Cici mendadak suka nugget. Awalnya makan nugget bentuk dinosaurus di rumah Rafa. Akhirnya satu bungkus kok kurang??? Dasar krucil kalo lagi doyan hihihihi.. Mommy jadi tergoda untuk mengisi akhir pekan bikin nugget. Daripada beli kemasan, kita bikin yang full ayam, yuk? Wah.. Emma dan Cici langsung semangat deh :)


Bahan:
500 kg ayam cincang
2 butir telur
1 lembar roti tawar
1 sachet krim sup ayam instan
garam, gula, merica

250 gr tepung roti
2 butir telur, kocok lepas

Cara membuat:

  • basahi roti tawar dengan kurang lebih 100 ml air, hancurkan dengan garpu, tiriskan airnya
  • kocok telur, roti tawar, bubuk krim sup hingga tercampur rata
  • masukkan ayam cincang, bumbui dengan garam, gula, dan merica aduk rata.
  • cetak dalam loyang. bisa juga dicetak dengan cookie cutter. Kali ini krucilku mencetak dengan cetakan jelly yang plastiknya keras.
  • Kukus hingga matang. Untuk yang di cetak di loyang, setelah dingin dipotong kotak seukuran nugget. 
  • gulingkan nugget ke dalam kocokan telur kemudian digulingkan di tepung roti
  • Nugget siap di goreng dan dihidangkan dengan saos tomat dan sambal



Senin, 17 Mei 2010

Salad buah yogurt strawberry

Kok tiba-tiba pengen bikin salad ya?? Yuk bikin salad buah. Anak-anak pasti suka banget. Kali ini supaya krucil semangat makan saladnya selain buah, pake jelly konyaku dan yogurt stroberry. Hmmm yummy deh :D

Bahan: 
1 buah apel, kupas, potong dadu, rendam dalam air garam
1 kaleng rambutan-nanas
100 gr melon, potong bulat
1 kaleng jeruk mandarin 
1 sachet jelly konyaku rasa lechi

Salad dressing:
4 sdm mayonais
1 sdm cream cheese (cheddar)
1 cup yogurt strawberry / mixed berry
garam, gula

Cara membuat:
  • Masak jelly konyaku dengan air dan gula sesuai selera. Setelah matang, tuang dalam 3 wadah/ kotak makanan, teteskan masing-masing dengan pewarna merah, hijau, dan kuning. Aduk rata hingga warna tercampur. Dinginkan, potong sesuai selera
  • aduk semua bahan saus hingga rata
  • Tata buah dan jelly dalam mangkuk, campur buah dan sausnya,sajikan dingin.
Hmmm ternyata memang krucil suka dengan variasi buah dan yogurt seperti ini hehehe.. Sukses deh seru-seruan bikin jelly dan salad bareng krucil. Senangnya :))

Rabu, 31 Maret 2010

Kimlo


Menu sup ini adalah favorit di keluargaku. Terutama karena ia berkuah, berisi sayur dan bakso, jamur, dan ayam. Komplit deh buat anak-anak! Jadi ga perlu pusing maksa anak-anak makan sayur deh..




Bahan :
5 buah bakso sapi
5 buah bakso ikan
1 buah dada ayam, potong dadu
1 kekian
50 gr jamur kuping
50 gr sedap malam
2 buah wortel
10 butir telur puyuh
100 gr kacang polong
3 siung bawang putih
½ buah bawang Bombay
1 sendok makan kecap manis
1 sendok makan kecap asin
½ sendok teh minyak wijen
2 liter air
Garam gula merica secukupnya

Cara membuat:
·       Tumis bawang putih dan bawang Bombay. Masukkan ayam, tumis hingga matang
·       Masukkan bahan bakso dan sayuran, rebus hingga matang
Tambahkan kecap manis, kecap asin, gula garam merica. Minyak wijen dimasukkan terakhir sebelum api dimatikan

Selasa, 30 Maret 2010

Daisy, si tiga tahun yang hobby memasak

Aku membuat blog Masak Mareng Mommy karena memang kedua krucilku Emma dan Daisy senang masak bareng mommy. Dari sebelumnya aku hanya mengarsipkan resep mamaku supaya nantinya bisa aku wariskan untuk si krucil...
Tapi belakangan kuperhatikan dari kedua putri kecilku itu ternyata si bungsu Daisy lah yang paling tertarik dengan bidang masak memasak. Si kecil ini setiap pulang sekolah paling suka dengan kegiatan membantuku atau asisten rumah tanggaku memasak. Dari mengambil bahan di kulkas, mengupas bawang putih, sampai menuang gorengan yang sudah di tiris ke piring. Daisy akan menunggu proses memasak sampai selesai dan berharap boleh di beri kepercayaan mengerjakan proses masak memasak. Kalau Emma, dia biasanya hanya heboh di kegiatan tertentu saja. Misalnya memecah telur, mengaduk adonan, atau membentuk adonan. Itupun tidak pernah selesai, dia sudah masuk ke kamarnya dan baru keluar jika masakan sudah matang.
Daisy juga yang paling heboh sama blog ini. Setiap ada masakan yang ingin kumasukkan ke blog ini, Daisy ikutan sibuk bantuin jadi model. Inilah  gaya-gaya Daisy mengasah keahlian masaknya (So proud of you darling <3)
Daisy jadi asisten mommy di dapur
Daisy bantuin goreng bola daging buat semur. Emma nyicipin aja ya, Mom?

Belajar bungkus arem-arem (pemula jadi ga pake daun pisang tapi pake plastik)

Daisy bantuin bikin Nasi Goreng Bola

Bantuin Mbak Anti nguleg buat Ayam Bumbu Ijo


nyuci piring juga Daisy bisa, Mommy :)


Senin, 29 Maret 2010

Membujuk Krucils Makan



Pernah ngalamin nyuapin anak sampai 2 jam? Hal ini jadi perhatianku ketika di food court ada pasangan suami istri yang memuji Daisy yang dengan asyiknya makan nasi dan ayam hingga habis. Tadinya kupikir mereka menyangka Daisy masih belum sekolah.
"Anak saya sudah umur 3 tahun kok, Pak. " sahutku basa basi
" Lho, tetangga saya anaknya seumur adik ini kalau makan susah sekali. Kalau tidak disuapin sama neneknya ga mau makan....." itu cuplikan obrolan si bapak waktu itu
Di lain waktu aku jadi memperhatikan keponakanku yang umurnya dibawah Daisy. Rafa sudah banget makannya. Problem yang paling bikin ibunya pusing adalah kebiasaan si dua tahun ini ngemut makanan. Wah harus bersyukur ya ternyata kalau tidak punya problem sama masalah makan pada buah hati kita. Bagaimanapun kalau jadi mommy, kebahagiaan utama kan adalah melihat anak sehat dan pintar.
Jadilah aku menghubungi Vita untuk membahas masalah kebiasaan anak yang susah makan, khususnya ngemut makanan.  Janjian deh kita buat aplot masalah ngemut makanan ini di blog masing-masing. Vita ngebahas dari sisi psikologisnya.
Setuju deh sama ulasannya Jeng Vit. Salah satu ulasan yang disebutkan blog anakkecilku ini adalah
Kreatifitas dalam pemilihan menu dan penyajian makanan serta alternatif suasana dan lokasi makan juga ada pengaruhnya. Meniru penyajian makanan dari restoran atau majalah kuliner, atau sampaikan saja bahwa sesekali makan di  restoran merupakan treat atau reward jika si Anakkecil bisa makan sendiri dengan baik.
Kreatifitas dalam pemilihan menu dan penyajian makanan. Hmmm ujung-ujungnya dapur nih ya? hehehe. Aku coba pada keponakan kecilku Rafa, ternyata memang ada pengaruhya lo!!
"Rafa.. piringnya yang gambar spongebob apa yang elmo?"
"Rafa.. ini ada menu teriyaki kesukaan Kakak Emma dan Daisy niii..."
Kuncinya ada pada kesabaran dan kreatifitas kita sebagai orang tua. Satu lagi tambahan dari pengalamanku mencoba "mengobati" kebiasaan ngemut Rafa adalah membuat satu tema kampanye anti ngemut :) Buat teman-teman yang punya problem anak susah makan apalagi ngemut, coba ajak si anak berdiskusi apa yang paling memotivasi dia untuk mau makan dan tidak ngemut lagi. Hei.. jangan salah, si batita sudah bisa lo diajak berdiskusi.
Untuk kasus Rafa, akhirnya tag line nya pengen punya otot kayak Popeye. Untuk ngemutnya kita browsing foto gigi yang yang gigis (hitam) bersama-samanya. Hiii si kecil langsung takut giginya begitu.  Memang nggak bisa instan langsung berubah. Satu lagi cara yang cukup membantu mengurangi kebiasaan susah makan pada anak menurut pengalamanku adalah memberikan jadwal aktifitas bermain pada anak yang cukup sehingga membuat anak-anak merasa lapar dan mau makan dengan lahap. Jangan di suruh kerja rodi lho... Bermain dan belajar saja hahaha.. Di jamin ga pake acara ngemut makanan :) Perut lapar.. makan jadi lahap 

Jumat, 26 Maret 2010

Sayur kesukaan krucil saat ini: teriyaki

Kadang ada masanya krucil melakukan pemboikotan makan sayur. Aaaaarghh... Itu masa-masa mommy diuji mentalnya. Kayaknya ada tanduk keluar di kepalaku... Ngomel2 dan marah ke krucil karena ga mau makan sayur :( Tapi ujung-ujungnya kembali sama kreatifitas kita mencoba menyamakan visi dengan si krucils. Putar otak, dan akhirnya hari ini bikin resep sayur baru hasil kompromi kita bertiga. Mommy dan duo koki kecilku. Adaptasi dari teriyaki beef yg disuka di hokben. Ada yang mau coba? Enjoy!

Bahan:
250 gr daging cincang (veal)
150 gr wortel import, potong dadu
150 buncis muda, iris tipis
1 cm lengkuas, memarkan
3 buah bawang merah, rajang halus
2 siung bawang putih, rajang halus
1 sdm kecap asin
1sdm kecap manis
1 sdt saos tomat
2 sdm saos teriyaki siap pakai
Garam gula

Cara membuat:
Rebus wortel dan buncis hingga mendidih, sisihkan
Tumis bawang merah, bawang putih, dan lengkuas hingga wangi dengan sedikit minyak, masukkan daging cincang dan masak hingga keluar air.
Masukkan kecap asin, kecap manis, saos teriyaki, saos tomat, aduk rata dan masukkan air +/- 100 ml. Masukkan sayur buncis dan wortel. Bumbui dengan gula dan garam, masak hingga air terserap habis.

  

Minggu, 10 Januari 2010

Serunya bermain sambil membuat martabak manis


Dihari pertama tahun 2010 aku dan anak-anak bertamu ke Bintaro. Dirumah tante Vit dan om Haha, ternyata sudah ada tas belanjaan berisi bahan untuk martabak manis alias terang bulan. Wah wah wah.. anak-anak langsung hepi dengan ide tante kesayangannya itu. Kegiatan langsung terpusat di dapur. bocah-bocah kecil berkumpul dan berharap bisa ikut menimbang tepung, memecah telur, dan mengocok adonan. Kali ini pasukan kecil yang terkumpul ada lima orang. Yang tertua Kak Acha yang sudah 12 tahun. Kak Acha yang diberi kepercayaan sebagai pimpinan proyek  "martabak manis" kali ini. Menurut aku dan Vita kegiatan memasak atau membuat kue pada anak-anak balita merupakan  suatu kegiatan positif. Buat mereka diberi kesempatan memasak merupakan kegiatan yang seru dan membuat mereka merasa dipercaya untuk dan bertanggung jawab. Wah kelihatannya kegiatan seperti ini bisa dibikin part 2,3,4 dan seterusnya :)


Mengawasi anak-anak "berkreasi" di dapur tentu saja bukan hal yang mudah. Beda dengan Kak Acha yang sudah lebih besar, empat gadis balita anak buah Kak Acha tentu saja penuh dengan kehebohan "ekstra" yang keluar dari petunjuk di buku resep. Yang rebutan dingklik, mecahin telur ke lantai, sampai terpecah konsentrasi dan malah main sendiri. Kita sebagai orang dewasa harus punya kesabaran ekstra dan mental guru TK untuk melayani kemauan dan pertanyaan mereka. Dimulai dengan kak Acha yang membaca resep martabak manis di buku Tante Vit, semua bahan di timbang, lalu diaduk hingga menjadi adonan. Semua anak-anak gantian mengaduk dengan gembira dan bergaya bak ahli bikin kue. Kita memang nggak bisa mengharapkan hasil yang sempurna untuk adonan martabak ini. Tapi melihat wajah mereka yang riang gembira dan rasanya itu merupakan rasa manis dan lezat buat kami para ibu :). Selesai mengaduk adonan, karena harus didiamkan dulu maka anak-anak pun berhamburan ke lapangan untuk main sepeda.
Akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Anak-anak sibuk pengen ikut memasak martabak di dapur. Kali ini giliran kami ibu-ibu yang harus meyakinkan anak-anak belum boleh memakai kompor. Bahwa kompor hanya boleh digunakan oleh orang dewasa. Anak-anak pun menunggu di ruang makan dan boleh mengintip di balik jendela yang menghubungkan dapur dan ruang makan. Ternyata kemudian terjadi sedikit keributan. Cici dan Nayla berebut kursi untuk dinaiki karena jendelanya terlalu tinggi untuk mereka. Wah, ini bener-bener diluar prediksi. Terpaksalah kami melerai dulu krucil yang sedang berantem itu. Akibatnya.... martabak kami sedikit gosong!!!!!!  Aku dan Vita sibuk berpandang-pandangan melihat hasil karya kami dan krucil. Anak-anak sedang menunggu di kamar Nayla. Toh akhirnya kita taburi meisyes dan susu kental manis yang banyak dan ....... voila
Hey... ternyata buat mereka begitu melihat martabak manis itu jadi gosong tidak menjadi masalah. semua bilang enak. Dan dari ekspresi mereka kelihatannya mereka cukup bangga lo dengan "hasil karya" mereka.




Yah itulah akhir kegiatan seruku memandu kumpulan bocah membuat martabak manis di Bintaro. Thanks to Vita sebagai pemrakarsa masak martabak manis ini. Juga buat kak Acha yang bener-bener menjadi kepala suku yang baik hehehe..

Pelajaran yang aku dapatkan untuk memandu balita membuat kue:

  1. Pilih resep yang mudah dan disukai oleh anak-anak.
  2. Beri mereka kepercayaan dan biarkan mereka melakukan proses pembuatan kue dengan pengawasan tentunya
  3. Beri pengertian bahwa peralatan tajam dan api masih belum bisa dilakukan oleh anak-anak.
  4. Bersiap-siap untuk membersihkan dapur yang lebih berantakan :))


Senin, 28 Desember 2009

Nasi Goreng Bola

Liburan sekolah paling seru ngajak anak2 memasak. Selain lebih murah dari bayar main di timezone atau playmall, masak bareng anak-anak juga bisa jadi salah satu acara yang seru untuk mendekatkan kita dengan para krucil.
Mengajak anak2 memasak tentu saja pilihan resepnya harus yang mudah dan mengasyikkan bagi balita. Kali ini pilihan tertuju pada variasi nasi goreng bola. Anak2 senang bisa membentuk adonan nasi. Karena krucilku balita semua.. menggoreng tetap dilakukan oleh mommy  


Bahan:
2 piring nasi putih yang pulen, 
1 sachet bumbu nasi goreng siap pakai, 
1 butir telur, 
100 gr tepung roti
minyak untuk menggoreng. 

Cara membuat:

  • Aduk nasi dan bumbu nasi goreng siap pakai hingga tercampur rata
  • bentuk adonan nasi ke dalam cetakan bentuk bola, atau di kepal menjadi bentuk bulat
  • gulingkan diatas telur yang di kocok lepas, lalu gulingkan ke tepung roti 
  • goreng dengan minyak panas